Muslih Melirik PAN-Gerindra, PDIP Merapat ke Golkar?

24/04/2009

Pasca pemilu legislatif (pileg) 9 April, peta politik di DPRD Banjarbaru mulai dapat ditebak. Sebabnya, jumlah kursi parpol di Rumah Rakyat Jl Basuki Rahmat itu menentukan syarat pengajuan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Banjarbaru. Beberapa orang yang bersiap menjadi peserta pilkada itu pun mulai menghitung-hitung kekuatan di DPRD.

Drs. Muslih Amberi misalnya. Ketua Tanfiziyah PCNU Kalsel yang dikabarnya mengincar kursi Walikota ini, mengaku melirik dua parpol peraih kursi kecil di DPRD sebagai “jukung” politiknya. “Gerindra dan PAN punya kursi, sudah ada 3. Kemudian ditambah lagi suara sah parpol diluar legislatif sehingga sudah bisa mengusung satu pasang calon,” katanya Muslih yang Dekan Fisip Unlam yang dijumpai koran ini saat peringatan Hari Jadi Kota Banjarbaru ke-10, Senin lalu. Klaim itu akunya sah-sah saja. “Siapapun bisa mengklaim punya dukungan, tapi saya yakin dua kursi Gerindra dan PAN serta suara sah diluar legislatif maka totalnya mencapai 15 persen juga,” ucapnya.

Seperti diketahui, Partai Golkar disebut-sebut akan mengantarkan Ketua Partai Golkar Kota Banjarbaru H Arie Sophian sebagai Calon Walikota Banjarbaru 2010-2015. Tentunya, langkah parti beringin ini akan makin mulus karena Partai Golkar sebagai pemilik kursi terbanyak dengan raihan 5 kursi.

Disusul PDIP dan Demokrat 4 kursi. Lalu ada PKS dan PPP berbagi 3 kursi, disusul PBR dan Gerindra masing-masing 2 kursi. Terakhir 1 kursi, sepertinya akan dimiliki PAN dan PKB.

Menariknya, PDIP Kota Banjarbaru sepertinya bakalan merapat ke partai berlambang pohon beringin itu. Sinyal kuat tersebut diutarakan Sekretaris PDIP Kota Banjarbaru Bambang S Ronie kemarin. “Kita siap berkoaliasi dengan partai apapun, tapi ya harus yang punya kekuatan realistis, semisal peraih kursi terbanyak di dewan,” kata Bambang.

Apakah artinya dengan Golkar? Ditanya demikian, kader PDIP ini menjawab diplomatis. “Kita maupun Golkar memang belum ada pendekatan serius,” ujarnya.

Masih menurut fungsionaris partai berlambang banteng bermoncong putih ini mengatakan, bahwa untuk sementara PDIP secara jujur mengakui bahwa kader-kader di Banjarbaru, tidak ada yang bisa difigurkan. “Jujur saya kita tidak punya kader sendiri yang layak jual atau figur kuat,” bebernya. Lalu figur diluar PDIP? “Nanti-nanti saja lah, Pilkada masih lama,” ujarnya berkelit.

Namun begitu, PDIP Kota Banjarbaru tampaknya tidak akan mengulang kekalahan kali kedua seperti yang dialami partai pimpinan Megawati Soekarnoputri di Banjarbaru pada saat Pilkada tahun 2005. Waktu itu PDIP mencalonkan Ir Rahmat Thohir. “Yang jelas kita tidak akan mengulang seperti Pilkada lalu, waktu itu kan kami kalah,” tegasnya.

Sementara itu bursa calon Walikota Banjarbaru 2010-2015 makin kuat saja, setelah Ir Agus Mulya Husin Ketua DPC PBR Kota Banjarbaru juga mengincar kursi Banjarbaru I.

Sekedar diketahui, bursa calon Walikota memang telah memanas. FA Abby mendeklarasikan dirinya maju lewat calon independen, lalu Ketua DPD Partai Golkar Kota Banjarbaru H Arie Sophian yang juga sudah siap tempur. Masih ada tiga nama lainnya yang disebut-sebut juga gencar berjuang kampung ke kampung yaitu Hadi Soesilo dan Ir Rahmat Thohir serta H J Fudhoil Yamin SH.

Belakangan juga muncul nama lainnya Drs Ruzaidin Noor yang disebut-sebut bakalan maju menjadi Walikota Banjarbaru 2010-2015. (Radar Banjarmasin)

Silakan bagi informasi :
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • StumbleUpon
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz
  • MySpace
  • Technorati

Tags:

Leave a Reply